Merawat Torque Cam

Seperti kata dokter "mencegah lebih baik dari pada mengobati". Agar tidak sampai mengalami kerusakan dan harus merogoh kocek dalam-dalam mengganti torque cam ada baiknya ikuti cara merawat part ini. Ada dua cara yang wajib di perhatikan.

Yang pertama karena pada prinsipnya kerja torque cam bekerja dengan gesekan antara dua logam maka rentan terjadi keausan. Maka dari itu pelumasan kedua part ini harus sangat diperhatikan untuk mengurangi gesekan kedua benda ini yang menyebabkan rumah torque cam coak.

“Saat service ringan terkadang membersihkan belt dan pully part yang satu ini sering terlewat, padahal hanya mengganti pelumasnya saja, bila dirasa perlu tinggal tambahkan gemuk atau vaseline ke part ini," buka Pak Cik, dari Service Network Support, PT Yamaha Kencana Indonesia (YMKI).

Nah, yang kedua berkaitan dengan kebiasaan cara mengendarai skutik. Sebelumnya pengendara harus mengetahui prinsip dasar transmisi CVT. Seperti telah dijelaskan pada bagian 1. Kinerja puli CVT ini mirip gir sepeda balap yang bertingkat.

Ketika kecepatan rendah, gir depan kecil dan belakang dibuat besar sehingga didapat perbandingan rasio ringan dan sebaliknya ketika kecepatan tinggi dibutuhkan perbandingan rasio lebih berat, gir depan besar belakang kecil. Bedanya, perubahan rasio tadi pada CVT berlangsung otomatis. Sedangkan sepeda balap secara manual dengan menarik tuas.

Bila sewaktu waktu menemukan jalanan yang membutuhkan torsi besar, misalnya ketika bertemu tanjakan jangan paksakan putaran mesin terus tinggi agar tidak kehilangan kecepatan. Logikanya ketika berjalan kencang rasio yang gunakan adalah rasio berat begitu akan menanjak kita membutuhkan rasio yang lebih ringan.
Pintar-pintar atur gas saat tanjakan biar tetap awet
Bila dipaksa putaran tinggi maka pelor torque cam akan melorot dan terus bertahan di bagian tengah lubang rumah torque cam sampai didapat putaran mesin lebih tinggi untuk mengangkat pelor torque cam ke posisi yang lebih tinggi.

“Seharusnya tutup saja dulu selongsong gas lalu diurut lagi dari putaran rendah ke putaran tinggi. Agar perbandingan rasionnya kembali ke ringan baru pelan-pelan menjadi perbandingan yang berat lagi,” jelas Adi Sutisna mekanik X Speed Matic yang mengungkapkan ada 2 keuntungan berkendara dengan cara ini.

Pertama motor tidak tertahan tapi justru lebih cepat di tanjakan karena perbandingan rasio lebih ringan tentunya kerja mesin juga lebih ringan. Yang kedua torque cam lebih awet karena tidak tertahan dan bergesekan di satu tempat yang sama dalam waktu yang lama dan menimbulkan coakan. Jadi perbaiki juga cara berkendara skutik, oke!
by : otomotifnet.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Followers